Selamat Datang di Rumah Kolaborasi MGMP PAI SMP Balikpapan
Mari kita kuatkan ukhuwah, satukan visi, dan ciptakan pembelajaran PAI yang menyentuh hati dan membangun karakter.
Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI SMP Kota Balikpapan merupakan organisasi profesi guru Pendidikan Agama Islam jenjang SMP yang berlandaskan pada Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2010 Bab I Pasal 1 Poin 12, yang berfungsi sebagai forum komunikasi, diskusi ilmiah, berbagi pengalaman, serta pembinaan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru. Dalam menghadapi tantangan pendidikan yang terus berkembang, MGMP PAI SMP Kota Balikpapan memandang perlu adanya reformulasi konsep, strategi, dan program kerja yang lebih adaptif dan progresif. Langkah ini bertujuan untuk membangun semangat serta memotivasi para Guru PAI, khususnya yang masih bersikap pasif, agar terdorong mengembangkan kompetensinya baik secara mandiri maupun kolaboratif.
Melalui pendekatan yang strategis dan berkelanjutan, MGMP PAI SMP Kota Balikpapan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan mutu pembelajaran dan kualitas Pendidikan Agama Islam di Kota Balikpapan, sejalan dengan semangat profesionalisme, integritas, dan nilai-nilai keislaman.
TAUFIQ, S.Pd.I, JUNAIDI, S.Ag, AKHMAD APANDI, S.Pd.I, ABDUL ROFIQ, S.Pd.I., M.Pd., H. MAT SOLEH, MSI, PUJI ASTUTI, S.Ag, NUR AFIA, S.Pd, A., RUSGIYANTO, S.Ag, HJ. ARGUSTIANI, M.MPd, RISWATI, S.Ag, HARTINI, S.Pd.I, AINUL MARDIYAH, S.Pd.I, M. ABIZAR AL-GIFARY, S. Pd., SALMAN AL FARISI, S.Pd.I, HEKSA YULIANA, S.Pd.I, SALWA AMALIA, S.Pd.I, BURHAN, S.Ag, IPIT CHUROTIN AINIYAH, S.Ag, MEILITTA NAURAH NAZHIFAH, S.Pd, SITI SOFIYAH, S.Pd.I, SALMATIAH, MURLIANSYAH, S.Pd.I, TUHFA HASYIM, S.Pd.I, M. ISMA'IL AKBAR, NURHADI, S.Ag, ANDI NURLAELAH, S.Pd.I, SOLIHIN, S.Ag, MOCH. JUNAEDI. R. S.Pd.I, Dra. Hj. HUMERAH, FAIQOH HAMI DIYAH, S.Pd., ASMAWATY, S.Ag, NURMAN, S.Ag, MUHAMMAD SYAMSI, S.Pd.I, SUKIR, S.Ag, AMIRA, S.Ag, M. RIZAL, S.Pd.I, MUSDI BUDI RAHARJO, S.Ag, DEWI DARWIS, LUKITO, S.Ag, LALU AGUS SUWANDI, S.Pd.I, MUHAMMAD ANSAR B, S.Pd.I, AHMAD YASIN, S.Pd.I, AIMATUL ANISAH, S.Ag, MAQSUDI, S.Pd.I, NUR ASTUTIK, S.Pd.I, JAMALUDDIN, S.Ag, SALMAH, S.Ag, KHORI'AH, S.Ag, NUR HASANAH, ISNAINI, S.Pd.I, Dra. KAMARIAH, DEWI CHAIRUL MAR'AH, S.Ag, RINA HAIRIYANA, S.Pd.I, ANI SOFIYANTI, S.Pd.I, NOOR HIKMAH KAMARATUL L., S.Pd.I, SAIFUN NIZAR AL KHURI, M.Pd., M. WAHYU RAMADHANI, S.Pd., Dra. LILIK SUNDARI, ELI HELAWATI, S.Pd.I, MASJAYA, S.Pd.I, RISKA SAYYIDAH KARTIKA DNC, S.Pd.I, HASWAR BAHAR, S.Pd., Dra. SYATHARIAH., AMANIA AGHATHA, S.Pd, AJI S., H. MUSTAPA KAMAL, S.Ag., SITI KHOTIJAH, S.Ag, H. ARDIANI, M.Pd., ISMI NUR RENAWATI, S.Pd., Drs. HASANUDDIN, TRIANTO, S.Pd.I, DARMAWATI, S.Pd.I, TRIYONO, S.Ag, ADI SAEPUZAMAN, S.Pd.I, HALIMATUS SYADIYAH, ANDI SURIYANI, S.Ag, NUR ROHMAH, S.Ag, DHAFIQIN NUR DJERI, S.Pd.I, ALI GUFRON, S.Pd.I, DEWI ROYHANA, S.Pd.I, HAMIMAH, S.Pd.I, ALIMUDDIN, S.Ag, ISMAIL AHMAD, S.Pd.I, ADIWIDYA YUSRIYATI, SITI ASFIYAH, S.Ag, AMBO ASSE, M.Pd.I, ABDUL MUIS, S.Pd.I, DRS. H. JULKIPLI, RAUDATUL JANNAH, ALAMSYAH, S.Ag, LAODE KAMLIAH, S.Pd.I, M.Pd, M. HABIB MUBARAKY, S.Pd.I, HJ. FATIMAH HL. S.Ag, MUHAMMAD SYAHDAN, FATIMAH NURLALA IWAN, ISMADI, S.Pd.I, NADIA SASMAYA PUTRI, S.Pd, ZULEHA CHANDRA, S.Pd.I, SUPRIYADI, MUHAMMAD HUDA ABDU NAFI, S.Ag, CAMYLIA RIA ANGGITA, S.Pd, MUJI PRAYESTI, S.Ag, Dra. ARNI HERLINAH, SADIMAN, S.Pd.I, DRS. SURURI, SALMANI, S.Pd, ODI DARMAWAN JULI, S.Pd.I., M.Ag, Dra. SAENAB, LAILATUL FITRIYAH, S.Pd.I, M. ADIB, AISYAH, S.Pd.I, ABDUL ROSID ISMAIL, S.Pd.I, ACHMAD SUHUD ASARI, S.Pd.I, SOLIHIN, M.Pd, ABD. ROKIB, S.Pd.I, AGUS JUMINO, ELIK PURMAWATI, S.Pd., ENDANG SAPRAWATI, S.Ag., MIYAH SW, S.Pd.I, MAWADDAH AZZAHRA, WULAN MAULANI, RAUDHATUL HASANAH, MUHAMMAD HABIBI, S.Pd.I, M. SOKHIBUL QODAM, ROSTIATI, S.Pd.I, M. AMIN, S.Pd, MUHAMAD FADLI, KUSMIATUN, A.Ma, RIDUAN, S.Pd, NABILAH, S.H.I, ABD. BASITH, A.Md, SITI SUNNATIL MAHMUDAH, ANISAH DWI CAHYA NINGTIAS, S.Pd.I, RISA WINDARI, MSI, ZAKKY ABDUL MALIK, S.Pd.I, HUBBUL KHOIR, S.Pd.I, IRFAN AKBAR RAHMATULLOH, S.Sos, M. MUJIONO, Drs. MAHARUDDIN, M.Pd.I, ARISKA FISABILILLAH, HAFSAH, LISDA HANDAYANI, HENFI, S.H., SYUAIB ALIM MUSTOFA, S.Pd., MUHAMMAD ZAINI, IHYA NUR FADILAH, ANNUR MADANIYAH, ENI ERPIANI, SITI HALIJAH, Lc., DIO ALIF.
Pelantikan Ketua MGMP PAI Kota Balikpapan Periode 2025–2029
Mewujudkan Guru PAI Berkualitas dan Berintegritas
Dalam suasana hangat penuh harapan akan kemajuan pendidikan Islam, para guru Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat SMP se-Kota Balikpapan berkumpul dalam sebuah momentum bersejarah: Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus MGMP PAI Kota Balikpapan Periode 2025–2029. Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat solidaritas komunitas guru PAI sekaligus menegaskan arah baru kepemimpinan yang berpijak pada nilai profesionalitas dan integritas. Rangkaian acara dimulai dengan penuh khidmat, dipandu oleh Muhammad Wahyu Ramadhani, S.Pd.I selaku pembawa acara yang menghidupkan suasana dengan lugas dan bersahaja. Suasana hati pun semakin teduh saat doa dipanjatkan oleh H. Ardiani, M.Pd, memohon keberkahan dan kelancaran dalam menjalankan amanah kepengurusan yang baru. Puncak acara ditandai dengan pengukuhan Ketua MGMP PAI, Bapak Taufiq, S.Pd.I, beserta jajaran pengurus periode 2025–2029, yang dilakukan secara langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Balikpapan, H. Masrivani, S.Ag., MH. Dalam sambutannya yang inspiratif, beliau menyampaikan bahwa guru PAI idealnya memiliki karakter "PELARI": Profesional, Energik, Loyal, Amanah, Ramah, dan Ikhlas. Karakter ini menjadi pondasi dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh dalam nilai dan akhlak. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kasi PAI Kemenag Kota Balikpapan, Dr. Drs. H. Sartono, MM.CHt, yang menyampaikan informasi penting seputar pendataan guru melalui aplikasi Siaga, khususnya bagi guru yang baru bergabung atau belum terdaftar. Beliau juga memaparkan pembaruan terkait program sertifikasi guru PAI sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru. Suasana haru terasa saat prosesi pisah sambut Pengawas PAI SMP Kota Balikpapan, yang menjadi refleksi sekaligus penguat komitmen untuk terus bersinergi dalam membina dan mendampingi para pendidik PAI di kota ini. Sebagai penutup, Ketua MGMP PAI terlantik, Bapak Taufiq, S.Pd.I, memimpin musyawarah rencana kegiatan Pesantren Tingkat Kota yang menjadi agenda unggulan dalam penguatan karakter keislaman peserta didik.
Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan awal dari babak baru perjuangan guru PAI. Dengan dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan, MGMP PAI Kota Balikpapan diharapkan mampu melahirkan program-program strategis dan solutif dalam menghadapi tantangan pendidikan modern—tanpa kehilangan akar nilai-nilai keislaman yang luhur dan kokoh.
Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) SMP Kota Balikpapan sukses menyelenggarakan kegiatan Pesantren Ramadhan Bersama tingkat SMP se-Kota Balikpapan pada Jumat–Sabtu, 14–15 Maret 2025 di Embarkasi Haji Balikpapan, Kelurahan Manggar, Balikpapan Timur. Kegiatan dua hari ini mengangkat tema: Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Balikpapan, H. Masrivani, S.Ag., M.H, dan turut dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, G. Pratikno, serta Ketua MGMP PAI SMP, Taufik, S.Ag, jajaran guru PAI, guru pendamping, dan ratusan siswa peserta. Dalam sambutannya, Ketua MGMP sekaligus Ketua Panitia, Taufik, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja MGMP di bulan Ramadhan, yang bertujuan membentuk generasi muda berkarakter Islam melalui pembinaan keimanan dan ketakwaan. Sementara itu, H. Masrivani menekankan pentingnya membimbing generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi tangguh berkepribadian Islam—yakni teguh dalam aqidah, tulus dalam bermuamalah, dan patuh dalam ibadah. Beliau berharap Ramadhan menjadi momentum membentuk akhlak mulia pada diri para pelajar. Rangkaian kegiatan Pesantren Ramadhan meliputi: manasik haji, kajian fikih puasa, sosialisasi moderasi beragama, zikir menjelang buka, buka bersama, shalat lail, sosialisasi anti perundungan, renungan malam, dan sahur berjamaah.
Melalui kegiatan ini, MGMP PAI berharap dapat memperkuat karakter spiritual peserta didik serta mempererat ukhuwah antar siswa dan guru se-Kota Balikpapan.
“Dengan Semangat Ramadhan, Kita Wujudkan Generasi Pelajar yang Berkarakter Islam.”
Peserta berasal dari berbagai SMP negeri dan swasta se-Kota Balikpapan, didampingi para guru PAI.
Balikpapan, November 2024 – Dunia pendidikan Kota Balikpapan kembali bergaung lewat prestasi membanggakan dari salah satu guru Pendidikan Agama Islam (PAI) terbaiknya. Dalam ajang Balikpapan Award 2024, yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan dengan dukungan penuh dari Wali Kota, Ustadz Taufiq tampil sebagai sosok inspiratif yang mengukir prestasi gemilang. Ajang tahunan yang diikuti oleh para guru dari seluruh mata pelajaran se-Kota Balikpapan ini menjadi wadah apresiasi dan inovasi dalam dunia pendidikan. Tidak sekadar lomba, Balikpapan Award adalah panggung dedikasi dan pengabdian para pendidik untuk menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan berdampak. Dari ratusan inovasi yang dipresentasikan, Ustadz Taufiq mencuri perhatian lewat alat peraga kreatif bernama "Metoda Al-Qosam". Metode ini menghadirkan pendekatan visual dan interaktif dalam menyampaikan materi keagamaan, sehingga siswa lebih mudah memahami dan mencintai pelajaran PAI. Inovasi tersebut berhasil mengantarkan beliau meraih Juara 2, sekaligus memperkuat perannya sebagai guru inspiratif dan inovatif. Tak hanya itu, prestasi ini semakin lengkap karena Ustadz Taufiq jugaterpilih sebagai Ketua MGMP PAI Kota Balikpapan periode 2025–2029, sebuah amanah yang mencerminkan kepercayaan dan harapan besar dari para rekan sejawat. Sebagai bentuk penghargaan, Pemerintah Kota Balikpapan menghadiahi para juara dengan program studi tiru ke SMPN 2 Jakarta, salah satu sekolah unggulan ibu kota. Dalam rombongan tersebut, hadir pula Ustadz Abdul Rofiq, S.Pd.I., M.Pd., guru PAI sekaligus Kepala Sekolah Penggerak Angkatan 3, yang ikut serta menyerap inspirasi untuk memperkuat transformasi pendidikan di Balikpapan. Kehadiran dua tokoh PAI dalam forum nasional ini menunjukkan bahwa guru PAI tak hanya mampu bersaing, tetapi juga menjadi pionir dalam menghadirkan pembelajaran yang kreatif, relevan, dan berdampak. Semoga prestasi ini menjadi pemicu semangat baru bagi seluruh guru di Kota Balikpapan untuk terus berinovasi, berprestasi, dan berkontribusi dalam membangun generasi berakhlak dan berilmu.
Berbagai Kegiatan MGMP PAI SMP Balikpapan
Balikpapan – Majelis Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) SMP Kota Balikpapan kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui peluncuran edisi keempat Jurnal Pendidikan Agama Islam: Ulul Albab. Jurnal ini menjadi wadah ekspresi ilmiah dan kreativitas bagi para guru PAI di seluruh SMP se-Kota Balikpapan, sebagai bentuk kontribusi nyata dalam pengembangan mutu pendidikan.
Diluncurkan dalam format digital melalui platform online, jurnal Ulul Albab telah memasuki edisi keempat sejak pertama kali diterbitkan. Setiap edisinya memuat berbagai artikel yang dikurasi dari para praktisi pendidikan yang aktif di lapangan, membahas beragam topik strategis mulai dari metode pembelajaran, strategi pengajaran, hingga inovasi media dan alat peraga dalam pendidikan agama.
Ustadz Taufiq Hidayat, selaku editor dan penggagas jurnal ini, dalam keterangannya menyebutkan bahwa Ulul Albab hadir sebagai ruang kolaborasi keilmuan untuk mendorong guru PAI terus berkarya dan menulis secara ilmiah. “Kami ingin mendorong setiap guru untuk tidak hanya mengajar, tapi juga mendokumentasikan pengalaman dan gagasan mereka ke dalam bentuk tulisan yang berdampak,” ujarnya.
Selain menampilkan jurnal dalam bentuk PDF dari edisi 1 hingga 4, portal ini juga menyediakan template jurnal yang memudahkan para kontributor untuk menyesuaikan tulisan mereka dengan standar penulisan ilmiah. Hal ini menjadi bukti bahwa MGMP PAI Balikpapan tidak hanya fokus pada peningkatan kualitas pembelajaran di kelas, tetapi juga serius dalam membangun budaya literasi di kalangan guru.
Kehadiran Jurnal Ulul Albab pun mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, sebagai bentuk nyata dari semangat profesionalisme guru PAI dalam menjawab tantangan zaman.
Dengan semangat berbagi ilmu dan pengalaman, MGMP PAI SMP Balikpapan mengajak lebih banyak guru untuk bergabung, menulis, dan menjadikan Jurnal Ulul Albab sebagai cermin perjuangan para pendidik Islam dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia.
Sabtu, 7 Desember 2024 menjadi hari yang tak terlupakan bagi para guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SMP se-Kota Balikpapan. Dalam semangat ukhuwah dan refleksi, mereka mengikuti kegiatan Tadabur Alam yang digelar MGMP PAI, dengan destinasi Rumah Ulin dan susur Sungai Mahakam, Samarinda.
Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang rekreasi, tetapi juga media tadabbur ayat-ayat kauniyah — merenungi kebesaran Allah melalui alam ciptaan-Nya. Rumah Ulin menyambut hangat dengan nuansa alami dan sejuk, menjadi tempat bertemunya hati-hati yang terpaut dalam visi mencerdaskan generasi. Lalu, menyusuri Sungai Mahakam menghadirkan ketenangan yang syahdu sekaligus perenungan mendalam akan arus kehidupan.
Namun, kejutan sesungguhnya datang saat perjalanan pulang.
Berangkat dari Samarinda menuju Balikpapan menggunakan dua bus besar, para peserta semula menikmati malam yang sejuk. Tapi tak disangka, salah satu bus mengalami kerusakan. Jadwal kepulangan yang seharusnya pukul 21.00 WITA berada kembali di Balikpapan, ternyata saat itu mereka masih tertahan di Samarinda. Sempat membuat cemas, tapi justru momen inilah yang menguji solidaritas dan semangat kebersamaan.
Sambil menunggu bantuan, para peserta menyempatkan waktu menikmati suasana malam di Teras Samarinda, yang ternyata sangat memesona dengan cahaya lampu, hiburan seni, dan suasana kota yang semakin hidup. Malam itu menjadi hadiah tak terduga.
Namun drama belum berakhir. Ketika waktu terus berjalan dan bantuan tak kunjung tiba, para guru laki-laki bergerak cepat — mendorong bus yang mogok dengan semangat luar biasa. Alhamdulillah, mesin bus berhasil menyala, meski lampu penerangan jalan di bus tak berfungsi. Dalam gelap malam, mereka melanjutkan perjalanan, menyusuri jalanan hingga akhirnya di tol Samboja, mereka dijemput bus pengganti. Rasa lelah terbayar dengan tawa, canda, dan kisah kebersamaan yang akan terus dikenang.
Perjalanan ini menyimpan hikmah besar: bahwa dalam tantangan, selalu ada ruang untuk tumbuh dan menguatkan tali persaudaraan. Bahwa guru bukan hanya pelita di kelas, tapi juga pejuang tangguh dalam setiap perjalanan.
Semoga di tahun-tahun mendatang, MGMP PAI SMP Balikpapan bisa kembali mengadakan kegiatan serupa — bahkan lebih jauh lagi seperti ke Kalimantan Selatan, sambil bersilaturahmi dan belajar ke sekolah-sekolah terbaik di sana. Karena sejatinya, perjalanan bukan tentang jarak, tetapi tentang makna dan kebersamaan di setiap langkahnya.
Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak hanya bertugas menyampaikan materi keagamaan di ruang kelas, tetapi juga menjadi teladan dalam kehidupan nyata. Dalam konteks ini, memiliki kompetensi yang memadai bukanlah pilihan, melainkan sebuah keharusan. Sebab, tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut guru PAI untuk tampil adaptif, inspiratif, dan relevan dalam menyampaikan nilai-nilai Islam.
Kompetensi yang dimaksud tidak hanya terbatas pada penguasaan materi keislaman (pedagogik dan profesional), tetapi juga mencakup kemampuan berkomunikasi dengan baik, memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran, serta menunjukkan sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Islam (kompetensi sosial dan kepribadian). Sebagaimana ditegaskan dalam Permendiknas No. 16 Tahun 2007, seorang guru profesional harus memiliki empat kompetensi utama: pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial.
Sebagai contoh, seorang guru PAI di SMP menggunakan metode project-based learning dalam tema “Mengenal Asmaul Husna”. Ia tidak hanya menjelaskan makna-makna dari nama-nama Allah, tetapi mengajak siswa membuat video singkat yang menggambarkan implementasi Asmaul Husna dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, kelompok siswa yang memilih "Ar-Rahman" menampilkan aksi membagikan makanan ke warga sekitar. Ini bukan hanya menyenangkan, tetapi menginternalisasi nilai keagamaan secara langsung. Hal ini menunjukkan bagaimana seorang guru PAI yang kompeten bisa memadukan nilai, kreativitas, dan teknologi dalam satu kegiatan bermakna.
Selain itu, guru PAI juga harus menjadi contoh hidup dari apa yang dia ajarkan. Ketika ia mengajarkan tentang kejujuran, maka ia pun harus jujur dalam penilaian. Ketika ia mengajarkan tentang sabar, ia pun bersikap sabar menghadapi siswa yang bermasalah. Rasulullah SAW sendiri adalah pendidik teladan yang diabadikan Allah dalam Al-Qur’an:
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu...”
(QS. Al-Ahzab: 21).
Di era digital, guru PAI juga harus terbuka terhadap penggunaan teknologi. Ia bisa memanfaatkan media interaktif, seperti aplikasi kuis Islami, video animasi kisah nabi, hingga platform pembelajaran daring untuk mendukung materi PAI. Bukan hanya agar pembelajaran lebih menarik, tapi juga agar nilai-nilai Islam hadir di ruang digital yang kini menjadi “dunia kedua” bagi para siswa.
Kesimpulannya, kompetensi yang memadai bagi guru PAI bukan hanya untuk keberhasilan pembelajaran, tetapi juga untuk keberhasilan pembentukan generasi yang religius, cerdas, dan berakhlak. Pendidikan Agama Islam bukan hanya soal nilai di rapor, tetapi nilai dalam hidup. Dan semua itu dimulai dari kompetensi gurunya
Ketua MGMP PAI SMP Balikpapan